POLA ASUH ANAK CARA MENGATASI DAMPAK
NEGATIF LINGKUNGAN
Oleh SINTHESIA NOOR
Pola
asuh yang kurang tepat dari orangtua merupakan salah satu penyebab masuknya
pengaruh negatif pada anak. Kurangnya perhatian dan komunikasi merupakan efek pada
pola dan tingkah laku anak.
Seperti
yang telah diutarakan oleh ibu Elly Risman bahwa salah satu kunci penting
pengasuhan anak adalah bagaimana pola komunikasi kita pada anak kita.
Kekeliruan pola asuh membuat anak menjadi sering bosan,kesepian,marah, stress
dan lelah.
Berikut,
yang ingin saya ungkapkan kenapa pola asuh yang kurang tepat mempengaruhi
langsung pada sifat anak.
Rasa bosan timbul pada anak bila orangtua
terlalu banyak menekan, memerintah dan banyak menerapkan aturan-aturan yang
tidak tegas.
Orang
tua bisa mengganti kata memerintah dengan bahasa yang baik. Misal, Nak tolong
ambilkan baju ibu di lemari, setelah anak membawanya jangan lupa kita ucapkan
terimakasih. Kata-kata menekan dan memerintah kita hilangkan dengan perlahan
pada anak. Karena anak pun sama dengan kita punya perasaan.
Aturan-aturan
yang kita berikan di lingkungan keluarga harus dimulai dari orang tua untuk
menerapkannya. Anak akan meniru pola tingkah ayah dan ibunya terlebih dahulu.
Misal: menyuruh anak untuk sholat lima waktu, bila orangtua nya sendiri tidak
sholat membuat anak akan bertanya-tanya. Kenapa aturan yang dibuat dilanggar
sendiri oleh orangtuanya.
Anak
sering merasa kesepian
Kesepian
akan timbul pada diri anak di saat orangtua sering tidak ada dirumah, sibuk
bekerja. Ayah dan ibunya yang bekerja, bisa meluangkan waktu seoptimum mungkin
untuk anak disaat pulang kerumah.Kita ajak anak
bercanda dan mendengarkan pengalamannya. Bermain dengan anak, misal
bermain peran sebagai pedagang dan pembeli.
Tapi saat ini orang tua yang
pulang kerumahnya sering melupakan anaknya mereka asik bermain HP, tidak
memaksimumkan pertemuan dengan anak-anak. Mari sebagai orangtua kita ubah perlahan-lahan
dunia HP nya ini. Dengan anak kita buat aturan untuk tidak menggunakan HP pada
saat kumpul dengan keluarga.
Emosional pada diri
anak
Orangtua
yang tidak harmonis merupakan penyebab bertemperamennya sifat anak. Sering
bertengkar didepan anak membuat anak tidak nyaman.
Stress
Ketidak
mampuan anak menerima kenyataan hidup dapat menyebabkan anak stress. Salah satu
penyebab nya adalah anak sering dimanja dan diberikan apa saja permintaannya.
Sehingga pada saat kenyataan hidup di masa dewasa tidak sesuai dengan
keinginannya menyebabkan ketidak mampuan untuk menerimanya. Termasuk keadaan orangtua yang broken home
dengan berbagai masalah yang dihadapi membuat anak stress.
Ketidakmampuan
orangtua memenuhi kasih sayang pada anak,menyebabkan mereka lari keluar
lingkungan keluarga mencari hal yang membuatnya nyaman.
Saat
ini perkembangan teknologi menjadi salah satu pelarian anak dari masalah yang
dihadapinya. Perkembangan internet, HP, games dan film. Dari perkembangan
teknologi ini disinyalir menjadi efek negatif yang cepat dan mudah diakses oleh
anak.Pornografi lewat internet, media film, hp begitu mudahnya diakses.Salah
satu pengaruh negatif lain nya adalah narkoba yang menjadi sorotan bagi kita.
Tentunya
kita tidak ingin anak kita terjun ke dunia negatif ini. Orang tua harus
berjuang dan berperan lebih memperhatikan anak dengan pola asuh yang tidak
menekan dan mendikte. Maka luangkanlah waktu yang optimum bersama dengan anak
dari hal-hal yang kecil. .
Tunjukkan
rasa cinta dan kasih sayang pada anak-anak dengan tidak membeda-bedakan
perlakuan antar anak.Kadang pada anak kita berikan perlakuan yang berbeda
secara tidak sadar. Berikan perlakuan yang sama pada anak sesuai perkembangan
berdasarkan usianya. Biasanya terjadi kecemburuan pada anak karena perlakuan
yang tidak kita sadari membuat mereka cemburu. Biasanya anak akan mengungkapkan
kecemburuannya, misal, perlakuan kita pada adiknya. Kita raih dan peluk erat
untuk menandakan kasih sayang kita dan berikan pengertian bahwa kasih sayang
kita tidak berbeda pada adiknya.
Kendalikan
sifat emosional orangtua karena perilaku orangtua akan dicontoh anak. Kemungkinan
sifat anak akan bersikap sering emosional juga jika menghadapi masalah yang
tidak sesuai keinginannya. Atau sebaliknya ada anak yang menjadi pendiam dan
tidak berani mengungkapkan pendapatnya.Karena dari trauma orangtua yang sering
marah-marah menyebabkan kreativitas anak terhambat.
Sering
berkomunikasi dengan anak untuk mendiskusikan masalah,bertukar pikiran,
pendapat, dan pengalamannya.Saat
orangtua melakukan interaksi dengan anak, posisikan disaat kita berada pada
usia mereka sehingga kita akan merasakan apa yang harus kita lakukan dalam
membina dan mendidik anak pada usia tersebut. Orangtua harus mendengar perasaan
anak dan mendengarkan apa yang anak rasakan.
Perhatikan
cara bergaul anak tapi bukan artinya membatasi pergaulan. Kita berikan
kepercayaan pada mereka untuk memilih teman dengan memberikan batasan-batasan
yang sesuai dengan agama. Orangtua harus mengenal dimana anak bergaul dengan
teman-temannya, dengan demikian anak merasakan diberikan kepercayaan dan
tangggung jawab.
Marilah
kita belajar terus apa yang harus diperbaiki dalam pola asuh untuk dapat menangkal segala pengaruh negatif
lingkungan, kita perbaiki pola asuh dengan arif dan bijaksana. (Penulis, Sebagai Tenaga Pendidik di SMKN
11 Bandung ).
Sumber : rodiyahsmksebelas.blogspot.co.id

0 komentar:
Posting Komentar